Perang di Grogol, Revolusi di Solo
Reportase dari acara PDKT Usakti Mei 2004
Telah terjadi perang di kampus reformasi alias Uni-versitas Trisakti Jakarta pada tanggal 26-30 Mei 2004. Yang terlibat perang antara lain kelompok yang datang dari Yogya, Solo, Malang Surabaya dan se-kitarnya, yang diwakili oleh Bengkel Qomik, Swa-comsta, Komik Sempit, Badjak Laoet. Serta kelom-pok lainnya dari Jakarta yang diwakili oleh Alfi Zachkyelle, Basis Komik, Komikus Trisakti, dan lainnya.
Iya, yang berperang emang para komikus, entah sia-pa melawan siapa. Acara yang baru pertama kali di-adakan oleh komunitas komik Trisakti itu bisa di-bilang 70% sukses dengan beberapa catatan di sana-sini, di antaranya tentang minimnya publikasi acara tersebut.
Selain acara pameran, ada juga acara dialog komik, workshop serta band bertemakan lagu-lagu yang diambil dari soundtrack film animasi. Juga ada bazaar komik dari panitia, MKI, dan M&C Gramedia.
Satu hal yang menarik adalah adanya stand komik dari Bengkel Qomik yang menampilkan komik paling gress dari mereka, “Street Soccer”. Dari hasil ngobrol dengan beberapa anggota BQ (begitu Bengkel Qomik sering disingkat), komik bertema sepak bola yang dicetak sebanyak 5.000 exemplar bersama de-ngan pernak-perniknya tersebut menyedot biaya produksi tak kurang dari 30 juta rupiah! Angka yang lumayan besar untuk ukuran studio komik inde-pendent. Mereka bahkan menyebutnya sebagai revolusi komik dari Solo. Selain hasil dari patungan para anggotanya, biaya tersebut juga datang dari para donatur dan investor. Hal tersebut setidaknya menunjukkan sebuah manajeman studio komik yang cukup lengkap karena sudah ada bagian yang menangani urusan promosi, penjualan dan humas. Hal yang patut dicontoh bagi studio komik lainnya. Bahkan BQ cukup gencar dalam hal promosi ini, terbukti dengan adanya preview dalam kemasan yang cukup wah dan dibagikan secara gratis, ditambah poster sebagai bonus untuk setiap pembeli komik Street Soccer, dan tak lupa beberapa stiker keren sebagai sisipannya. Tak sampai situ, mereka juga mengeluarkan VCD wawancara de-ngan para kru mengenai proses penggarapan Street Soccer! Dan kalau masih belum cukup juga, tersedia
banyak merchandise seperti kaos, pin, note book, gan-tungan kunci, postcard dan lainnya! Wow! Asal tau aja, merchandise tersebut justru lebih cepat ludes terjual pada setiap acara komik yang mereka ikuti.
Bengkel Qomik berdiri sejak tahun 1998 dan memilik anggota 16 orang sampai sekarang. Bermarkas di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo 51, Mangkubumen, Solo 57139. Selain memiliki divisi yang khusus membuat komik, mereka juga memiliki divisi jasa yeng khusus melayani permintaan konsumen untuk membuat karya desain apa saja. Jadi kalau berminat, atau kalau mau sekedar kores-pondensi, bisa kontak melalui email ke:
streetcoccer_info@yahoo.com [fs]
Telah terjadi perang di kampus reformasi alias Uni-versitas Trisakti Jakarta pada tanggal 26-30 Mei 2004. Yang terlibat perang antara lain kelompok yang datang dari Yogya, Solo, Malang Surabaya dan se-kitarnya, yang diwakili oleh Bengkel Qomik, Swa-comsta, Komik Sempit, Badjak Laoet. Serta kelom-pok lainnya dari Jakarta yang diwakili oleh Alfi Zachkyelle, Basis Komik, Komikus Trisakti, dan lainnya.
Iya, yang berperang emang para komikus, entah sia-pa melawan siapa. Acara yang baru pertama kali di-adakan oleh komunitas komik Trisakti itu bisa di-bilang 70% sukses dengan beberapa catatan di sana-sini, di antaranya tentang minimnya publikasi acara tersebut.
Selain acara pameran, ada juga acara dialog komik, workshop serta band bertemakan lagu-lagu yang diambil dari soundtrack film animasi. Juga ada bazaar komik dari panitia, MKI, dan M&C Gramedia.
Satu hal yang menarik adalah adanya stand komik dari Bengkel Qomik yang menampilkan komik paling gress dari mereka, “Street Soccer”. Dari hasil ngobrol dengan beberapa anggota BQ (begitu Bengkel Qomik sering disingkat), komik bertema sepak bola yang dicetak sebanyak 5.000 exemplar bersama de-ngan pernak-perniknya tersebut menyedot biaya produksi tak kurang dari 30 juta rupiah! Angka yang lumayan besar untuk ukuran studio komik inde-pendent. Mereka bahkan menyebutnya sebagai revolusi komik dari Solo. Selain hasil dari patungan para anggotanya, biaya tersebut juga datang dari para donatur dan investor. Hal tersebut setidaknya menunjukkan sebuah manajeman studio komik yang cukup lengkap karena sudah ada bagian yang menangani urusan promosi, penjualan dan humas. Hal yang patut dicontoh bagi studio komik lainnya. Bahkan BQ cukup gencar dalam hal promosi ini, terbukti dengan adanya preview dalam kemasan yang cukup wah dan dibagikan secara gratis, ditambah poster sebagai bonus untuk setiap pembeli komik Street Soccer, dan tak lupa beberapa stiker keren sebagai sisipannya. Tak sampai situ, mereka juga mengeluarkan VCD wawancara de-ngan para kru mengenai proses penggarapan Street Soccer! Dan kalau masih belum cukup juga, tersedia
banyak merchandise seperti kaos, pin, note book, gan-tungan kunci, postcard dan lainnya! Wow! Asal tau aja, merchandise tersebut justru lebih cepat ludes terjual pada setiap acara komik yang mereka ikuti.
Bengkel Qomik berdiri sejak tahun 1998 dan memilik anggota 16 orang sampai sekarang. Bermarkas di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo 51, Mangkubumen, Solo 57139. Selain memiliki divisi yang khusus membuat komik, mereka juga memiliki divisi jasa yeng khusus melayani permintaan konsumen untuk membuat karya desain apa saja. Jadi kalau berminat, atau kalau mau sekedar kores-pondensi, bisa kontak melalui email ke:
streetcoccer_info@yahoo.com [fs]

0 Comments:
Post a Comment
<< Home